Pentingnya Science Tenis Untuk Atlet Yunior

Pemain tenis yunior yang berbakat bila tanpa bimbingan pelatih yang mumpuni biasanya hanya akan mampu berprestasi hingga ditingkat  kelompok umur saja. Mengapa bisa demikian?

Secara ringkas, Deddy Prasetyo, salah satu pelatih tenis terbaik di Indonesia yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan PP PELTI, memberikan penjelasan sebagai berikut:

Pertumbuhan Otak (pusat system saraf) atau Central Nervous System yang mengatur tentang gerak tubuh manusia (motoric ability), berhenti pada saat anak berusia 14 tahun. Oleh sebab itu pada usia sebelum 14 tahun atlet yunior harus diajarkan gerak yang efficient (Biomechanical sound) dan serba bisa (Versatile).  Jadi semenjak dini atlet tenis yunior selayaknya sudah mendapatkan  bimbingan pelatihan yang bermutu.

Bila sebelum usia 14 tahun atlet yunior tidak mendapat latihan yang berkualitas, maka setelah itu atlet yunior tersebut  akan sulit berkembang untuk berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi.

Tanpa system pelatihan yang bagus, bisa saja atlet yunior berprestasi hingga usia 14 tahun, hal itu mungkin disebabkan karena bakatnya yang memang bagus. Akan tetapi selanjutnya, tanpa bantuan ahli yang memahami dan mengerti Science Tenis maka setelah itu 80% bakatnya akan kalah dengan mereka yang mendapatkan sentuhan Science Tenis.

Untuk mendapatkan informasi serta penjelasan lebih mendalam terkait hal ini, ada baiknya bila para pelatih, orang tua atlet maupun atlet tenis untuk mengikuti Coaches Workshop yang diadakan oleh DETEC.


Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:
PERINGKAT NASIONAL PELTI (PNP) MEI 2018

0 Response to "Pentingnya Science Tenis Untuk Atlet Yunior"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel