Sekilas Sejarah PERSAMI (2)

Sewaktu masuk program bidang pengembangan PB PELTI di era Tanri Abeng, Persami diperkenalkan langsung oleh AFR ke Medan, Pekanbaru, Palembang, Manado, Sidoarjo, Surabaya, Solo, Bandung, yang kmudian berubah nama jadi Ferry Raturandang Cup di  Singaraja Bali, Jakarta dan Palangka Raya. Semua dilakukan atas nama pribadi dan inisiatip AFR sendiri karena belum ada keinginan daerah untuk menyelenggarakan sendiri.


August Ferry Raturandang
foto doc AFR
Bahkan agar daerah mau bergerak maka disediakan Persami poin untuk masuk PNP. Dan ada beberapa daerah mulai bergerak seperti Surabaya mulai gerakkan tapi sempat terhenti dan mulai lagi Jatim bergerak selenggarakan Persami dengan dukungan dana dari Pengda, dan Jatim dibagi menjadi beberapa regional. Hanya disayangkan hasil Persami tidak dilaporkan ke PP PELTI.

Sudah saatnya daerah- daerah menyelenggarakan Persami atau Turnamen 3 hari yang lebih berguna bagi petenis daerah. Demikian menurut August Ferry Raturandang selaku Promotor RemajaTenis

Kenapa daerah khususnya diluar Jawa dianjurkan menyelenggarakan TDP 3 hari sendiri dikotanya daripada kirim atlet ke Jawa ikuti TDP Nas yunior. Sebagai contoh bila biaya untuk  mengirimkan 10 atlet saja sudah cukup untuk menyelenggarakan TDP 3 hari dan lebih dari 10 atlet tuan rumah bisa menikmatinya. Dampak sosial juga terasa seperti hotel restauran maupun transportasi lokal juga menikmatinya. Sudah saatnya menggandeng Pemerintah Daerah setempat melalui Disporanya " (bersambung ke bagian 3)







0 Response to "Sekilas Sejarah PERSAMI (2)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel