Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenang 5 Tahun Erupsi Gunung Kelud

Kamis malam, 13 Februari 2014, lima tahun yang lalu, gunung Kelud yang berada di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, meletus. Gunung dengan tinggi 1.731 meter di atas permukaan laut tersebut menyemburkan material setinggi hingga 17 kilometer.

Mengenang 5 Tahun Erupsi Gunung Kelud
Malam itu sekitar pukul 22.55 hingga pukul 23. 23 WIB terjadi tiga letusan awal, kemudian sekitar pukul 23.30 WIB terjadilah letusan besar yang menggelegar, tak berselang lama hujan abu vulkanik bercampur pasir turun di Kota Kediri dan sekitarnya, bahkan ke kota dan daerah lainnya yang berjarak sangat jauh.

Suara gemuruh nan menggelegar disertai dentuman serta kilatan terdengar begitu jelas di Kota Kediri yang berjarak lebih kurang 25 kilometer dari gunung Kelud.

Hanya dalam waktu yang tak begitu lama, Kota Kediri dipenuhi timbunan abu vulkanik dan pasir. Jalan-jalan seakan menjelma menjadi padang pasir dengan timbunan pasir mencapai setebal hingga 15 centimeter. 

Dini hari, Jumat 14 Februari 2014, beberapa warga Kota Kediri terlihat keluar dari rumah mereka untuk menyaksikan fonemena alam yang terjadi kala itu. Mereka menyaksikan abu vulkanik bercampur pasir yang terus turun memenuhi kota mereka.

Saat pagi hari mulai tiba, mentari tak kunjung memancarkan sinarnya karena tertutup abu vulkanik. Namun pagi itu sudah mulai semakin terlihat betapa abu vulkanik bercampur pasir telah menutupi atap rumah, jalanan dan pepohonan di Kota Tahu tersebut. Jarak pandang sangat pendek karena debu. Hari itu aktivitas warga seakan terhenti sejenak. 

Hujan abu akibat dampak letusan Gunung Kelud tak hanya dirasakan oleh warga Kota Kediri namun juga menerpa hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang berjarak lebih dari 200km dari gunung Kelud. Beberapa berita menyebutkan, masyarakat di sejumlah kota di Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jawa Barat, merasakan langsung terpaan hujan abu tersebut.

Beberapa bandara terpaksa ditutup untuk sementara waktu dan mengakibatkan ratusan jadwal penerbangan yang seharusnya datang dan pergi harus dibatalkan. Sekolah-sekolah serta kantor-kantor juga harus diliburkan untuk sementara waktu.

Hari-hari setelah itu, warga disibukkan untuk membersihkan tempat tinggal mereka, jalanan dan seluruh sudut-sudut Kota dari debu dan pasir yang cukup tebal. 

Baca juga: Mengenang Kubah Lava Gunung Kelud

Sedikit cerita mengenang 5 tahun erupsi gunung Kelud...


Kota Kediri 14 Februari 2014